#FFmalamminggu: Bunga yang layu

image

Pagi ini aku menyiram tanaman di halaman depan rumah kakak ku ‘hei lihatlah bunga-bunga ini layu’ kurang perhatian dari pemilik rumah. Dari balik pagar kulihat seorang pria dengan seragam kebesaran kepolisian keluar dari pintu coklat itu. Wah siapa ya? Kok aku belum pernah lihat, sepertinya tetangga baru. Polisi muda itu merapikan seragamnya di depan jendela kaca ‘Aaah tampan sekali’. Sepertinya aku harus sering-sering menginap di rumah kakak atau aku pindah saja kemari, lagipula lebih dekat dengan tempat kerja ku dan bisa pedekate dengan Pak Polisi.

Ketika aku tenggelam dalam khayalanku Pak Polisi menyalakan motornya dan “Bun.. ayah berangkat dulu ya”. Apa? Bunda? Ayah? Apa aku tak salah dengar?. Dari pintu coklat itu juga keluar wanita dengan setelan merah muda “Ayah hati-hati ya, nanti siang Bunda ada acara bareng Ibu-ibu Bhayangkari di daerah x”. Wanita itu menyalami tangan Pak Polisi, semakin menegaskan hubungan diantara mereka. Pak Polisi melajukan motornya keluar komplek perumahan. Aku masih terpaku karena adegan barusan, kulihat bunga-bunga yang tadi kusiram telah mekar dan segar. Kini giliran aku yang menjadi layu.