ATM in love

Lama banget deh orang yang di dalem, dia ngapain sih?. Samar-samar kulihat sosok tinggi berbaju putih dibalik garis-garis kuning pintu ATM.

Pintu ATM terbuka…
Cowok itu jalan sambil menunduk. Kakak perempuanku masuk untuk mengambil uang di ATM. Aku berdiri di depan pintu, menunggu. Saat menoleh ke kiri aku melihat cowok tadi sedang sibuk dengan smartphonenya. Tiba2 dia mengangkat kepalanya.. tersenyum sekilas. YA TUHAN! Manis sekali, aku terlalu kaget dan tersenyum kikuk. Di depan kotak kaca bening itu.. rasanya aku ingin mengajak berkenalan atau sekedar bertukar pin tapi tanganku terlalu sibuk untuk mengambil smartphoneku. Sibuk? Tunggu… HEI !! Aku sedang menggendong balita umur satu setengah tahun. Duh bagaimana menjelaskannya ya. Ada tiga ratus dua puluh empat pikiran dalam kepalaku. Cowok itu selesai dengan smartphonenya, melipat struk ATM, mengangguk sekilas, berbalik dan menghilang di keramaian jalan. Duh!! Apa aku terlihat seperti mamah muda yang sedang menggoda brondong? Akh! Kenapa dia pergi secepat itu.

Pintu ATM terbuka..
Kakak perempuanku keluar dengan wajah lesu. “Kartunya ga bisa dipakai untuk transaksi, besok ke bank langsung aja”. Aku melihatnya dengan wajah yang tak kalah sendu. Tangan kakak perempuanku meraih balita dalam gendonganku. “Sini adek digendong bunda ya, kasian tante kayaknya capek”. Akh!!! Tuh kan.. coba saja dia mau menunggu lebih lama di depan ATM.

image

Sumber gambar: Google

Bandar Lampung
27 Oktober 2015 sekitar pukul 11.00 WIB