Selamat ulang tahun Cinta

Aku jatuh cinta saat menatap wajahmu
Aku jatuh cinta saat mendengar suaramu
Aku jatuh cinta saat merasakan sentuhanmu

Kau adalah laki-laki sederhana dengan mata yang teduh, dengan hati yang hangat, dengan pundak yang kokoh dan dengan cinta yang tulus

Kau mencintaiku tanpa syarat
Kau mencintaiku apa adanya
Kau mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan lebih dari yang aku harapkan

Aku tak tahu definisi laki-laki sempurna itu seperti apa
Kata mereka laki-laki sempurna harus tampan
Benarkah?
Ya tentu saja garis ketampananmu masih terlihat jelas bahkan kau mengaku pernah menjadi playboy di masa mudamu hahaha aku tertawa saat mendengar ceritamu
Kata mereka laki-laki sempurna harus kaya raya
Benarkah?
Selama ini kau jauh dari kata mewah karena bagimu keluarga adalah harta yang berharga dan itu cukup
Kata mereka laki-laki sempurna harus berkuasa
Benarkah?
Kau bilang pernah menjadi Pak RT di kota mu πŸ™‚ rasanya kau pernah berkuasa :mrgreen:

Sudahlah lupakan kata mereka
Bagi ku, kau lebih dari kata sempurna itu sendiri
Kau lah laki-laki pertamaku
Tak akan pernah berakhir
Tak akan pernah terganti dengan apapun atau siapapun

Cintaku tidak luar biasa
Aku mencintaimu dengan biasa, sebiasa aku bernapas
Hingga saat kau pergi, aku yakin aku tak akan dapat hidup lagi

Mungkin kata-kata berantakan ini bukan hadiah terindah untukmu
Ya.. aku memang tak pandai merangkai puisi atau sejenisnya
Tapi inilah yang bisa aku berikan

Selamat ulang tahun Cinta
Selamat ulang tahun Bapak

Terima kasih telah menyambut kelahiranku dengan pelukanmu
Terima kasih telah menopang hidupku
Terima kasih telah memberikan bahu untuk aku bersandar
Terima kasih telah mengajariku budi pekerti yang luhur
Terima kasih telah menemaniku sepulang bekerja
Terima kasih telah menjadi alasan aku melakukan banyak hal
Terima kasih telah menyebutku dalam setiap doamu
Terima kasih untuk setiap senyum, tawa, air mata dan marahmu yang telah mewarnai lembar hidupku

Terima kasih telah menjadi Bapakku
Terima kasih telah menjadi malaikatku

Tuhan ijinkan Bapak hidup lebih lama
Aku masih ingin bernapas

image

***

Semarang, 19 Juni 1955
Malaikatku dilahirkan dari seorang wanita priyayi
Putra dari seorang pejuang bangsa

***

Bandar Lampung, 05 April 1993
Aku dipertemukan dengan malaikatku
Mendengar azan berkumandang dari bibirnya
Merasakan hangat pelukannya
Menatap indah wajahnya
Rasa itu menjalar di seluruh tubuhku, membeku di ruas tulangku, mengalir di setiap darahku
Aku telah jatuh cinta

Iklan

Teror berdarah si monyet

Malem2 gini pengen cerita (yang katanya) horor. Ini serius lho diangkat dari kisah nyata, dan ceritanya ga sebecanda judulnya 😟. Cerita tentang dendam si monyet dan teror ke warga di sekitarnya.

image

Sekitar seminggu yang lalu tragedi ini dimulai. Ga jauh dari rumah mbak gue ada tempat yang dinamai Taman Monyet. Itu kayak hutan yang di dalemnya banyak hidup monyet2 liar. Karena letaknya dekat dengan perumahan warga jadi kadang si monyet2 itu sering hangout ke rumah2 penduduk sekitar. Kadang selonjoran di trotoar, kadang ngelamun di atap rumah, kadang gelantungan di pohon rambutan tetangga, kadang mampir ke warung cuma buat liat2 doang. Bahkan monyet itu pernah ngambil sebungkus rokok punya om Joko yang ketinggalan di teras ckckck sungguh kau itu monyet yang kekinian.

image

Biasanya sih kalo ada monyet2 yang hangout di sekitar perumahan warga cuek2 aja tuh. Paling cuma teriak histeris “ada monyet!!!” trus langsung tutup pintu berjamaah. Etapi kemarin itu waktu ada 2 sejoli monyet (yang hubungannya belum gue tau apakah mereka pacaran atau cuma adek-kakak-an) lagi asik ngerumpi di teras warga tiba2 yang punya rumah nimpuk 2 sejoli itu pake batu (ga tau batu apa, yang jelas bukan batu bacan). Reaksi 2 sejoli di luar dugaan, mereka ngamuk dan berusaha menyerang tersangka dengan membabi buta (eh? babi?). Untungnya tersangka cepat2 nutup pintu. 2 sejoli masih berusaha masuk lewat lubang ventilasi jendela tapi gagal (lha monyetnya aja lebih gede dari ponakan gue yang umur 1,5th).

image

Ternyata 2 sejoli menaruh dendam kepada tersangka. Keesokan harinya 2 sejoli dateng lagi ke rumah tersangka. Karena takut 2 sejoli mencelakakan orang jadi warga memburu 2 sejoli. Satu berhasil di tembak (trus si monyetnya mau, jadian deh *eh?) dan satunya masih buron. Setelah tau temannya terbunuh maka monyet itu semakin marah. Sekarang sasarannya bukan cuma tersangka tapi semua warga. Siang itu si monyet menyerang anak kecil. Waktu si anak lewat monyet lompat dari atas atap langsung menggigit si anak. Telinga anak robek dengan tiga jahitan dan delapan suntikan hiiiy ngeri brayyy.

image

Horor banget ga sih tuh monyet, gue aja berasa lagi uji nyali waktu disuruh jemur baju di lantai 2. Karena teror si monyet semakin merajalela maka warga bekerja sama, bergotong royong, bahu membahu, bersatu padu.. agak berlebihan ga sih kata-katanya. Ah pokoknya ntu warga bareng2 memburu si monyet. Dengan modal senapan angin bapak-bapak itu mulai mencari ke semua arah mata angin (eh?).

Si monyet akhirnya ditembak warga (dan untungnya si monyet ga mau, ntar kalo jadian kan repot). Tapi monyet berhasil kabur, dengan langkah tertatih kayak di film action itu lho si monyet berjalan mencari tempat persembunyian. Besoknya si monyet ditemukan tak bernyawa di tumpukan pipa milik warga.

Teror monyet pun berakhir dan warga hidup bahagia saat itu, karena temen2 monyet lainnya masih suka hangout di komplek itu. Moga2 ga ada yang saling ganggu ya 😄:)🙌🙆