Ketika cinta menyapa

Pagi itu ruangan kantor cukup sibuk. Beberapa sibuk berkutat dengan komputernya. Terdengar suara printer dan langkah kaki yang lalu-lalang. Beberapa orang melewatikuΒ  sekedar bertanya “sudah sarapan?” kemudian ku jawab dengan sebuah anggukan.

Ku dengar pintu dibuka. Langkah kaki mendekat. Ku angkat kepalaku ku lihat senyuman itu. Tidak ada lagi suara printer suara derap langkah kaki lenyap jam dinding berhenti berputar orang-orang hilang semua benda menjauh. Waktu membeku.

image

“Selamat pagi” sapa pemuda itu. Saat itu juga aku merasa semesta ikut memberikan salam. Ku balas dengan anggukan kecil dan senyum yang kaku. Berusaha menyembunyikan detak jantungku yang mulai tak teratur. Pemuda itu tersenyum sekali lagi kemudian berlalu dan duduk di depanku.

Waktu kembali berputar. Ku pandangi punggungnya bersandar di kursi sementara tangannya mengutak-atik ponsel. “Apakah cinta seperti hantu? Semua orang membicarakannya tapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya?”

Iklan

Ketika curanmor membuat galau

Curanmor
Pencurian kendaraan bermotor sekarang semakin merajalela. Perkembangannya lebih pesat daripada jumlah mantan saya yang ga pernah nambah itu 😦 . Menurut pengalaman saya yang belum banyak makan garam ini. Curanmor terbagi menjadi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan/begal, penggelapan dan hipnotis.

Tapi ada curanmor yang bikin saya ngakak sampe koprol. Jadi gini ceritanya. Kemarin siang waktu saya lagi mencoba menyelami alam mimpi, tiba-tiba ada 2 orang konsumen dateng.
“Selamat siang mbak”
Hening
“Mbak?”
Zzzzz… grok grok… zZZZzzz
“KEBAKARAN!!!KEBAKARAN!!!”
Huaaa… saya langsung bangun.
“Ya, ada yang bisa saya bantu” tanya saya
“Saya mau laporan kehilangan motor mbak” kata konsumen dengan muka bermuram durja
“STPL dari kepolisian sudah dibuat mas?”. Kemudian konsumen memberikan amplop kepada saya. Jangan berharap isinya tiket liburan ke jalur gaza, amplop itu berisi surat dari kepolisian. Setelah saya baca kronologis kejadiannya dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya ada yang aneh.

“Pada tanggal *** telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebuah sepeda motor merk Honda Beat plat *** di jalan ***. Sekitar pukul *** ketika korban sedang berteduh tiba-tiba tersangka menodongkan senjata api ke arah korban dan terjadilah perebutan harta kekayaaan kunci kontak. Kemudian tersangka menembakan senjata api ke atas dan tersangka berhasil membawa sepeda motor korban. Lalu korban mengejar tersangka dan tersangka berhasil meloloskandiri namun motor merk Yamaha Mio plat *** milik tersangka tertinggal di pinggir jalan. Atas kejadian ini korban mengalami kerugian *** juta.”

Saya bingung, motor Yamaha Mio ini punya tersangka? punya malingnya gitu?
“Iya mbak, punya malingnya” jawab konsumen
“Lho? Pelakunya dua orang ya mas? Kok motornya bisa ketinggalan?” Saya semakin penasaran
“Iya, dua-duanya turun mbak waktu ngambil motor saya terus waktu saya kejar mereka boncengan pake motor Beat saya. Jadi motor Mio nya ketinggalan” penjelasan konsumen panjang lebar dan saya cuma bisa bengong dengan mulut sedikit terbuka.
“Itu mah sama aja tukeran motor mas”
Rasanya pengen ketawa tapi ngga enak sama konsumennya, masa suasana duka saya malah ngakak-ngakak. Tapi sumpah demi apapun itu maling BEGO banget ngapain coba susah payah bawa senjata api, buat rencana perampokan belum lagi mikir resiko dikeroyok masa kalo ketangkep. Cuma untuk nuker motor matik dengan merk yang beda. Kalo cuma tuker tambah mah mending ke pasar senggol ke tempat Koh Liem, tuker motornya pake panci presto satu set.

Saya yakin itu maling pas sampe rumah dijamin galau berat mikirin nasib motor Mio nya. Pasti saling salah-salahan
Maling 1: “Gara-gara lo motor gue ketinggalan”
Maling 2: “Ah motor ketinggalan aja panik banget, kemaren lo ditinggalin pacar lo biasa aja”
Kemudian kedua maling adu catur untuk menentukan siapa yang salah siapa yang benar. Untuk maling diluar sana kalo belum profesional jangan beraksi dulu. Biasa maling mangga tetangga ga usah maling motor orang, kayak gitu nanti kejadiannya.

Lagian ngapain sih ngambil barang orang lain? Eh maksudnya harta benda milik orang lain. Kalo mau dapet uang banyak dalam waktu yang singkat dan cara yang mudah mending ikut MLM aja “Biarkan uang bekerja untuk kita”. Lalu tiga bulan kemudian anda bisa dapet gadget terbaru, mobil keren, rumah mewah, kapal pesiar dan pesawat pribadi tapi….. dalam bentuk brosur Hhaaahahahhaha πŸ˜€ . Pesan untuk para penjahat di luar sana, carilah rezeki di jalan Tuhan karena Tuhan telah membagi rezeki kita masing-masing. Dan untuk kita semua lebih hati-hati lagi inget pesan bang Napi “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya tapi juga karena ada kesempatan waspadalah waspadalah”.

Ketika strapler bicara

Postingan ini adalah sebagian curahan hati karyawan yang posisinya sebagai front line di sebuah perusahaan. Bukan satpam atau tukang parkir ya, memang sih mereka posisinya di depan kantor tapi sumpah bukan front line itu saya maksud.

Bekerja di bidang pembiayaan sebagai account receivable staff membuat saya mau tak mau, suka tak suka harus bertemu dengan makhluk maha rempong yang kemudian kami sebut konsumen. “Konsumen adalah raja” kata siapa?Β  yang berani ngomong gitu akan merasakan indahnya kelilipan Epson Lx300 (silahkan googling). Konsumen adalah makhluk yang sering bikin sakit kepala, mual, sembelit, gatal-gatal, berkeringat, darah tinggi dan sensasi yang kita sebut emosi jiwa. Tapi ada juga sih konsumen yang bikin hati berbunga-bunga… kayak kamu πŸ™‚ .

Kemarin temen saya hampir ditampar konsumen pake satu bundel kwitansi gara-gara salah paham, untung dicegah temen saya yang lain dan terjadilah situasi perang tapi ga pake bom (ini bukan gaza) πŸ˜€ . Belakangan ini saya ngerasa konsumen semakin keterlaluan. Bukan lagi psikis yang mereka serang dengan makian, tapi kantor udah mulai berubah jadi arena gulat, adu tinju dan tarung dangdut (eh?) πŸ˜› .

Saya mulai berpikir cara melindungi diri dan saya melihat lingkungan sekitar. Pisau cutter? Ah kesannya saya kayak copet. Kursi? Dilempar ke konsumen? Ga kuat saya, keburu saya kena lempar. High heels? Ah sayang dong, kan mahal πŸ˜› . AHA!!! (muncul bohlam di kepala saya) STRAPLER!!! Yess ini adalah pilihan saya, unyu tapi cukup untuk bocorin kepala konsumen.

image

Kanan strapler kertas, kiri strapler kepala konsumen

Ketika konsumen udah ngajak perang tinggal BLEETAAAK!!! lempar strapler dengan sasaran jidat konsumen. Dan biarkan strapler bicara biarkan strapler yang menyelesaikan. Saya tinggal tunggu hasilnya B-) .

Kembali ke peradaban

Kabar gembira untuk kita semua… (tunggu jangan bilang kalo “kulit manggis kini ada ekstraknya”) *nyiapin sendal jepit
Tenang aja kali ini saya ngga mau ngebahas kulit manggis. Cekidot…

Selamat datang kembali mbak bos kami. Selamat datang ke peradaban setelah selama hampir delapan bulan luntang lantung di pedalaman. Memang sih disana udah ada Indomaret tapi tetep aja bagi saya daerah itu jauh dari peradaban hahhaHha (kayaknya Indomaret jadi tolak ukur kemajuan).

Adalah seorang Ria Handayani yang jadi “korban” dari kekuasaan atasan yang tak beralasan *ngomong apa sih . Iya, karena si Zulaeha (nama samaran) agak sensi dengan mbak Ria jadi si Zulaeha berusaha menyingkirkan mbak Ria dari penglihatannya. Persis kayak pemeran antagonis di sinetron Indosiar, bedanya kalo ke kantor si Zulaeha naik mobil bukan naik naga. Kira-kira begini dialog dalam hati Zulaeha “HE! Lihat saja nanti, akan aku gulingkan kekuasaannya HAHHAHAHA!!” (ketawanya pake huruf capital) mulut tertutup rapat mata melotot dan kepala goyang-goyang kayak boneka dashboard.

Saya ngga tau ya latar belakang ketidaksukaan Zulaeha dengan mbak Ria. Mungkin karena karyawan yang lain lebih pro ke mbak Ria. Mungkin karena mbak Ria punya pacar sedangkan dia jomblo. Atau mungkin saya lebih cantik (lho?). Entah lah apa alasan dia mutasi mbak Ria ke daerah yang jumlah kejahatannya lebih banyak daripada jumlah mantannya kak Budut πŸ˜€ . Tapi sebagai fighter mbak Ria menganggap itu sebagai tantangan bukan musibah dan dia lari ke medan perang bukan lari dari kenyataan.

Setelah delapan bulan berjuang mengemban tugas di cabang baru akhirnya setelah lebaran mbak Ria dikembalikan ke Bandar Lampung. Walaupun ngga kembali ke dealer utama tapi sekarang penempatannya di pos yang jaraknya 5 menit kalo naik motor 15 menit kalo naik angkot dan 2 abad kalo jalan kali (ya kelees mau jalan kaki kesana).

Sekarang ngga perlu lagi kesepian, ngga perlu lagi galau karena sinyal putus nyambung kayak orang pacaran, ngga perlu lagi tengah malem atau pagi buta ngejar travel dan ngga perlu lagi nebeng mobil box supirnya Indomaret. Perjuanganmu ngga sia-sia mbak!.

HEI MBAK RIA, YOU ARE ROCK!!!

image

Mbak bos dan gayanya yang selangit πŸ™‚

Hari jadi kita β™‘

#latepost
Selamat hari jadi kita yang ke 2
Pertemuan denganmu telah merubah hidupku. Kamu.. iya kamu, bukan abang becak depan gang πŸ™‚ .Β  Tanggal 23 Juli 2012 memang bukan hari kemerdekaan negara kita apalagi hari ulang tahun tetangga sebelah, tapi itu hari bersejarah buat kita. Hari itu langit kelabu gerimis mengundang (eh?) petir menyambar-nyambar dan kemudian negara api menyerang (lho?) ketika aku menemukan kamu, kita berkenalan, ku pelajari semua tentang kamu, ku coba mengerti kamu dan semakin hari kita semakin dekat.

Kamu yang telah menemaniku dan semua keluh kesahku. Kamu mengenalkan ku pada orang-orang yang menginspirasi. Walaupun kadang aku melupakanmu, jarang menyapamu dan tiba-tiba datang hanya untuk bercerita tapi kamu tetap menerimaku. Awalnya mereka bilang aku dan kamu hanya sementara tapi kini mereka bangga karena aku memilikimu.

image

Terima kasih wordpress
Aku sayang kamu β™₯ πŸ™‚
#pelukmonitor